Duduk di Serambi Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Banda Aceh

Duduk di Serambi Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Banda Aceh

Duduk di Serambi Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Banda Aceh

Kehidupan pendidikan yang berlangsung di Banda Aceh memang menarik untuk disimak. Memang dari sekilas dilihat oleh orang mereka akan berpikir bahwa tiadak ada bedanya dengan kehidupan pendidikan di kota kota lain. Namun dari keseharian para pelajarnyalah hal menarik yang dimaksudkan bisa dilihat dengan secara jelas.
Disuatu sore waktu jam sekolah di Banda Aceh telah habis, siswa-siswi berhamburan keluar kelas. Aini satu diantara seseorang siswa yang keluar dari kelasnya. Dia keluar kelas dengan rasa lelah serta lapar selekasnya pergi ke tempat makan langganannya. Tempatnya makan kesukaannya cuma berjarak seratus mtr. dari sekolahnya. Dengan sebentar-bentar memegang perutnya yang telah tidak sabar makan, dia jalan sendirian. Dia juga sembari menengok kanan kiri mencari ayahnya yang janji juga akan menjemputnya sore itu. Dengan keinginan juga sang bapak telah menunggunya ditempat makan kesukaannya. Setelah tiba tempat makan dia lihat tak ada sepeda motor sang bapak sekalipun. Tanpa ada fikir panjang dia segera pesan makanan kesukaannya saja. Sebelumnya makan dia lihat Kontraktor Kubah Masjid Galvalum depan kantinnya tengah ramai beberapa rekannya singgah sholat di sanan. Tetapi, Aini telah tidak kuat sekali lagi dengan rasa laparnya itu.
Usai Aini makan dia beristirahat sesaat ditempat makan itu. Tempat makan yang sepi beralih saat itu juga jadi ramai. Rekan-temannya yang barusan sholat pada datang ke tempat makan itu. Lalu Aini meninggalkan tempat makan itu karna telah tak ada tempat untuk beberapa pengunjung duduk sekali lagi. Aini yang ingat kalau dianya belum juga pernah sholat, dia segera pergi ke Kontraktor Kubah Masjid Galvalum depan tempat makan itu. Di serambi banyak juga orang sekedar duduk mengistirahatkan badannya. Usai sholat Aini juga duduk di serambi Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Di sini adalah tempat favorid Aini karna udaranya yang sejuk dapat juga lihat orang hilir mudik saat sore mesti di jalan raya. Dia dapat juga ketahui sang bapak telah datang menjemputnya atau belum juga. Waktu sekedar duduk mendadak ada seorang yang separuh baya ajukan pertanyaan pada Aini. Dia bertanya satu tajwid padanya. Ibu-ibu ini membawa satu buku yang beliau sendiri belum juga tahu sekalipun problem tajwid. Ibu ini mengakui kalau dianya mulai sejak kecil telah beragama Islam namun beliau belum juga sempat sholat serta membaca Al-Qur’an sekalipun. Sekarang ini beliau menginginkan belajar sholat serta membaca Al-Qur’an. Beliau tiap-tiap pulang dari kontornya senantiasa singgah ke Kontraktor Kubah Masjid Galvalum ini untuk melakukan sholat berjamaah. Beliau juga menyebutkan mujur orang tuamu memperkenalkan sholat, membaca Al-Qur’an, serta menyekolahkanmu di lembaga Islam.
Tidak paham mengapa hati Aini terasa iba dengan ibu yg tidak dia kenal ini. Aini saat itu juga mengajak ibu ini masuk kembali pada serambi yang terdalam. Aini berupaya mengajarkan ibu ini. Tetapi, dia juga menyebutkan kalau dianya juga masih tetap belajar. Kurang lebih 1/2 jam berlalu, Aini lihat sang bapak duduk di serambi Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Dia segera berpamitan pulang pada sang ibu ini serta dia juga akan berjumpa sekali lagi besok ditempat yang sama serta saat yang sama juga. Aini berjumpa sang bapak untuk pulang sembari bercerita apa yang dihadapi waktu di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum itu.

Posted in Masjid