Istirahat Siang di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Banda Aceh

Istirahat Siang di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Banda Aceh

Istirahat Siang di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Banda Aceh

Dalam melakukan perjalanan jauh banyak yang harus dipersiapkan oleh seseorang. Selain perlengkapan mengecek kondisi kendaraan juga harus sangat diutamakan. Karena kadang juga bisa terjadi kendala yang disebabkan oleh kondisi alam contohnya seperti hujan yang bisa melanda secara tiba tiba.
Pada musim hujan, tak tahu pagi, siang sore malam hujan setiap waktu turun hujan. Satu saat Nur Salim tengah perjalanan dari Palembang menuju Pekanbaru. Waktu keberangkatan dari Pelembang memanglah cuaca sekali lagi cerah. Saat hingga pada kota Banda Aceh perlahan mendung datang menyelimuti langit dibarengi angin. Nur Salim yang waktu itu terasa juga akan turun hujan, dia segera meningkatkan sepeda motornya dengan kencang. Dia yang ada di dalam hantaran sawah berupaya mencari tempat berteduh untuk istirahat sesaat. Tampak samar-samar di pojok depan ada kubah. Dengan kecepatan tinggi dia meningkatkan sepeda motornya yang waktu itu telah merasa gerimis-gerimis mulai datang. Sesudah sekitaran satu kilo, Nur Salim temukan satu Kontraktor Kubah Masjid Galvalum di pojok desa. Dia segera beristirahat di sana.
Nur Salim lakukan perjalanan tidak sendirian, dia dengan sang istri serta seseorang anaknya. Sang istri yang sekarang ini tengah alergi dengan kedinginan, dia segera bersin-bersin dengan terus-terusan. Sang anak yang masih tetap kecil juga masih tetap rewel bila tidak cocok dengan hasratnya. Nur Salim begitu kebingungan. Dia mencari warung di sekitaran Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Walau demikian hujan makin deras dibarengi angin kencang. Sang istri diajaknya masuk dalam Kontraktor Kubah Masjid Galvalum dengan sang anak. Nyatanya didalam ada seseorang wanita yang tengah I’tikaf. Dengan diam-diam keluarga Nur Salim duduk di belakang. Sang Anak yang masih tetap kecil rewel memohon keluar. Serta Nur Salim di luar dengan sang anak. Sesaat sang istri tengah kedinginan didalam Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Mendengar istri Nur Salim menggigil serta tengah bersin-bersin, wanita itu membatalkan I’tikafnya. Dia segera memberi satu mukenah serta sajadah yang diambil dari dalam laci Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Beliau menyebutkan cepatlah berselimut dengan mukenah ini. Lalu sang istri memohon ma’af karna telah mengganggunya. Wanita ini lalu keluar. Secara cepat wanita ini mengambilkan satu teh yang dibungkus plastik.
Dengan rasa kwatir Nur Salim lalu masuk kedalam Kontraktor Kubah Masjid Galvalum bertanya kondisi sang istri. Nyatanya sang istri tengah di rawat dengan ibu-ibu didalam barusan. Rasa yang awal mulanya kwatir jadi sedikit lega karna sang istri telah tidak sekerap barusan bersin-bersinnya. Nur salim begitu berterima kasih atas pertolongan ibu ini. Ibu ini bernama ibu Siti. Beliau tempat tinggalnya belakang Kontraktor Kubah Masjid Galvalum pas. Tiap-tiap habis sholat dhuhur beliau tidak pulang beliau didalam Kontraktor Kubah Masjid Galvalum sampai sholat ashar sekalian. Ibu Siti yang lihat mereka tengah perjalanan jauh mempersilahkannya istirahat dulu atau dapat pula tidur-tidur dulu dirumahnya. Kebetulan beliau tengah dirumah sendiri. Lihat cuaca yg tidak bersahabat Nur Salim mengambil keputusan untuk istirahat terlebih dulu saja. Sembari menanti hujan reda, Nur Salim bercakap banyak mengenai satu pengalaman ibu Siti. Tetapi, habis sholat Magrib hujan baru reda, Nur Salim segera meneruskan perjalanan saja serta berterima kasih banyak pada bu Siti.

Posted in Masjid