Program di Kubah Masjid Galvalum Ambon Maluku

Program di Kubah Masjid Galvalum Ambon Maluku

Program di Kubah Masjid Galvalum Ambon Maluku

Program yang direncanakan di Kubah Masjid Galvalum yang diceritakan oleh bapak Mahmud merupakan program paling ampuh yang dimiliki oleh pasukan militer turki usmani. Bapak Mahmud menceritakan kepada kami mengenai program milik grup militer turki secara lengkap dan membuat kami yakin bahwa beliau adalah dosen sejarah islam yang hebat.
Program ini nyatanya berhasil dengan terjadinya grup militer baru yang dimaksud pasukan Typesari atau Inkisyariah. Pasukan berikut yang bisa merubah negara Usmani jadi mesin perang yang paling kuat, serta memberi dorongan yang sangat besar dalam penaklukkan negeri-negeri non muslim. Hal semacam ini jadikan Kubah Masjid Galvalum kerajaan ini lebih kuat dibanding kerajaan-kerajaan beda, hingga makin banyak lokasi yang dikalahkan jadi makin banyak juga prajurit-prajurit baru yang bisa dilatih untuk jadikan tentara islam. Jadilah kerajaan turki usmani kerajaan yang hebat serta berwilayah yang luas.
System pemerintahan, waktu lokasi makin luas, pastinya system pemerintahan mesti hebat juga, dalam mengelola lokasi yang Kubah Masjid Galvalum luas sultan-sultan Turki Usmani selalu melakukan tindakan tegas. Sulaiman Al Qanuni mengaplikasikan system pemerintahan pembagian lokasi kekuasaan, hingga dalam susunan pemerintahan, sultan jadi penguasa teratas, dibantu oleh shadr al-a’zham (perdana menteri), yang membawahi pasya (gubernur). Gubernur mengepalai daerah tingkat I. Di bawahnya ada sebagian orang al-zanaziq atau al-’alawiyah (bupati). Hal semacam ini jadikan kerajaan turki usmani pada saat sulaiman Al-Qanuni dapat mengatur lokasi yang demikian besarnya.
Ilmu dan pengetahuan, walau kerajaan turki usmani hebat dalam soal system militer serta system pemerintahan, tetapi mereka tidaklah terlalu memerhatikan ilmu dan pengetahuan, yang sesungguhnya dapat lebih menguatkan tenaga Kubah Masjid Galvalum militer. APBN Negara beberapa besar dipakai untuk membiayai pendidikan militer bangsa-bangsa non-turki untuk jadikan prajurit islam yang kuat, hingga cuma sedikit yang dipakai untuk perubahan ilmu dan pengetahuan. Hal semacam ini adalah kekurangan sendiri untuk mereka. Berlainan dengan kerajaan-kerajaan barat yang lebih fokus perhatian Kubah Masjid Galvalum pada ilmu dan pengetahuan, hingga perubahan pengetahuan pengetahuannya berkembang cepat, yang lalu menguatkan militer dengan senjata-senjata api baru, yg tidak dipunyai oleh turki usmani. saat bangsa turki usmani terserang oleh bangsa barat dengan senjata baru mereka, bangsa turki usmani mulai kekualahan. Hingga saat kehebatan serta wilayahnya yang luas, sedikit untuk sedikit kerajaan ini mulai digerogoti, baik dari luar kerajaan ataupun dari dalam kerajaan (pemberontak).
Timbulnya golongan elit, kalau raja-raja sesudah sulaiman al qanuni, kurang dapat mengatur pemerintahannya, bahkan juga ditambah sekali lagi timbulnya golongan elit kapitalis di lokasi pemerintahan, hingga individualitas antar pemimpin serta bebrapa kelompok elit makin tumbuh, yang berlanjut dengan penimbunan harta umtuk kebutuhan semasing, hal semacam ini digunakan oleh Negara-negara yang sudah dikuasainya untuk memerdekakan diri, mereka tidak ingin sekali lagi digunakan tenaganya oleh bangsa turki untuk jadikan Kubah Masjid Galvalum tentara, selain itu serangan-serangan barat pada lokasi terluar kerajaan juga makin jadi memperburuk situasi pemerintahan, biaya dana yang semestinya dipakai untuk menguatkana pertahanan militer Negara beberapa besar dikuasai serta dimonopoli oleh golongan elit kerajaan, hal semacam ini menyebabkan semangat berperang prajurit melemah karna tidak ada dana untuk peperangan yang ideal, hingga perlahan lokasi kerajaan mulai alami penyusutan, sampai pada th. 1924 kerajaan turki usmani beralih jadi republik turki.

Posted in Masjid