Berikut Kubah Masjid Galvalum di Sofifi Maluku Utara

Berikut Kubah Masjid Galvalum di Sofifi Maluku Utara

Berikut Kubah Masjid Galvalum di Sofifi Maluku Utara

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan ketika bapak Mahmud selesai menceritakan mengenai Kubah Masjid Galvalum dan seluruh sejarah islam yang bangun oleh pasukan militer turki usmani. Beranjak dari teras rumahnya bapak Mahmud mengajak kami untuk berkeliling desa dan menikmati keindahan desa beliau.
Terjadinya transformasi beberapa segi peradaban Islam Timur Tengah kedalam beberapa orang-orang muslim di beberapa lokasi yang berlainan. Periode Moderen (Era XIX – Saat ini/1800 – Saat ini). Asal-Usul Bangsa Arab, Bangsa Arab Kubah Masjid Galvalum memiliki akar panjang dalam histori, mereka termasuk juga ras atau rumpun bangsa Caucasoid, dalam sub ras Mediterranian yang anggotanya mencakup lokasi sekitaran Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arabia serta Irania. Bangsa Arab Kubah Masjid Galvalum hidup berpindah-pindah, nomad, karna tanahnya terbagi dalam gurun pasir yang kering serta begitu sedikit turun hujan. Perpindahan mereka dari satu tempat ke tempat yang beda itu ikuti tumbuhnya stepa atau padang rumput yang tumbuh dengan sporadis di tanah Arab di sekitaran oasis atau genangan air sesudah turun hujan.
Periode ini dimaksud sebagai periode “perkembangan moderen umat Islam”. Pada periode ini, perubahan peradaban Islam bercirikan. Umat Islam yang menguasai di belahan dunia Timur ada dalam situasi terkacaukan oleh campur tangan bangsa Eropa. Peradaban Islam dalam kondisi turun karena Kubah Masjid Galvalum kehancuran kemampuan imperium muslim, kemunduran ekonomi, perseteruan internal keagamaan serta kebangkitan politik dan ekonomi bangsa Eropa yang di dukung oleh dominasi kultural mereka. Timbulnya peradaban Islam yang disebut product hubungan pada orang-orang Islam regional dengan dampak Eropa. Berlangsungnya modernisasi serta transformasi orang-orang muslim, yang dengan diawali timbulnya beberapa gerakan orang-orang muslim yang menghadap pada beberapa gerakan modernisasi.
Periode ini, pada dasarnya bisa dibagi jadi 3 (tiga) fase. Fase hancurnya system kenegaraan muslim serta timbulnya dominasi teritorial dan komersial Eropa, yang berjalan dari akhir era XVIII M hingga Kubah Masjid Galvalum awal era XX M. Dalam fase ini, elite politik, agama serta kesukuan orang-orang muslim berupaya mengambil keputusan pendekatan keagamaan serta ideologi baru untuk perubahan internal orang-orang mereka. Fase pembentukan negara nasional, yang berjalan sesudah Perang Dunia I hingga pertengahan era XX M. Dalam fase ini, kelompok elite negeri-negeri muslim berupaya membawakan jati diri politik moderen pada orang-orang mereka serta berupaya memprakarsai pengembangan Kubah Masjid Galvalum ekonomi dan perubahan sosial. Fase konsolidasi negara-negara nasional di semua lokasi muslim, yang berjalan sekitaran saat Perang Dunia II. Dalam fase ini, diikuti oleh ada pertentangan pada kecenderungan pada perubahan yang tengah berjalan serta peranan paling utama Islam.
Letak serta Keadaan Geografis Bangsa Arab. Dengan iklim, jazirah Arab begitu panas sekali bahkan juga yang terpanas. Hal semacam ini dikarenakan oleh keadaan letak lokasi Arab yang disebut sambungan padang pasir yang terbentang luas dari barat dengan gurun Sahara di Afrika sampai ke timur melewati Asia Tengah hingga ke gurun Ghobi di Cina. Sedang uap air yang juga akan turunkan hujan dibawa dari laut sekelilingnya Kubah Masjid Galvalum tidak dapat turun penuhi keperluan daratan yang berbatu serta penuh padang pasir itu, terlebih dibagian jazirah Arab.

Posted in Masjid