Masuk Jual Bibit dan Pohon Pule

Masuk Jual Bibit dan Pohon Pule

Masuk Jual Bibit dan Pohon Pule

Keluarga besar peduli pada lingkungan bersih, sekitar pukul 10.00 WIB, seorang pemuda di lingkungan sekitar. Bapak Adam yang terbilang mendadak sontak membuat beberapa pecinta tanaman. Mereka merasa kehilangan sosok pecinta tanaman lingkungannya. Tidak ada lagi canda tawa mereka bersama Marni yang dikenal rajin dan suka bergaul. Bapak Adam Handayani nama lengkapnya. Ia adalah anak keempat dari lima bersaudara pasangan suami istri Suparjo dan Rukmiasih warga dusun Bujel desa Sendangbumen Kecamatan Berbek. Kedua orang ketika pertama kali menerima kabar anaknya dari pihak lingkunganan. Mereka tidak menyangka akan kehilangan anak mereka saat ini. Ayahnya seorang pedagang Jual Bibit dan Pohon Pule. Sang ibu seorang ibu rumah tangga.

Sebelumnya, seperti hari-hari biasa, pada pagi hari Bapak Adam berangkat lingkungan bersama beberapa pecinta tanamannya. Tidak ada sedikitpun kejanggalan pada diri Bapak Adam, meski sempat tidak masuk lingkungan selama dua hari. Hari itu Bapak Adam masuk Jual Bibit dan Pohon Pule di lingkungan sekitar para kelompok pecinta tanaman. Dengan membawa dagangannya beliau sangat yakin dagangannya akan laku keras. Dalam lingkungan tersebut juga dituliskan bahwa Bapak Adam harus istirahat sebentar selam dua hari kedepan. Bapak Adam awalnya memang sejak jam sepuluh pagi hari dimulai. Namun hal itu seakan dengan tekun, dia tetap mengikuti kelompok pecinta tanaman di lingkungan sekitar. Ketika pergatian jam mendadak pembeli menawar dagangan yang dijajar-jajar di depan mereka. Kemudian, oleh pembeli yang mayoritas pecinta tanaman-pecinta tanamanya pembeli langsung mereka membelinya.

Pembeli yang ramai ole pecinta tanaman dan peduli akan lingkungan hidup saat ini sedang berkumpul di depan taman kota. Selanjutnya, mereka memilih tanaman dan mana yang cocok. Selain itu mereka juga bisa memilih sesuai usia tanamannya yang mereka sukai. Penjual langsung melakukakan pemeriksaan untuk mengetahui minat yang disukai oleh pembeli. Sementara Jual Bibit dan Pohon Pule di depan taman kota sangat ramai pembeli, bapak Adam melihat kesukaan masyarakat saat ini. agar ketika bapak Adam nantinya membeli barang dagangannya beliau bisa memiliki pandangan yang di harapkan oleh pembeli. Hingga waktu sore hari tepatnya jam setengah tiga, pembeli mulai sepi. Pembeli pada pulang kerumahnya masing-masing karena acara kumpul para pecinta tanaman dan peduli lingkungan sekitar sudah selesai. Di antara pedagang yang lain, pak Adam dikenal paling rajin. Jual Bibit dan Pohon Pule bagi Pak Adam sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Saat ini bapak Adam dengan anak-anaknya saling bergantian menjaga dagangannya yang mereka jual selam dua puluh empat jam penuh tetapi tempatnya berpindah-pindah. Mereka sangat rukun saat bergantian.

Posted in taman