Jual Bibit Dan Pohon Spathodea di Depan Stadion

Jual Bibit Dan Pohon Spathodea di Depan Stadion

Jual Bibit Dan Pohon Spathodea di Depan Stadion

Pada suatu ketika ada pertandingan persahaban sepak bola di stadion kali jaga. Pertandingan ini tidak di tayangkan di televise. Pertandingan ini juga di lakukan untuk menguji mental persatuan bola desa Gilang dengan desa Juron. Kesebelasan dari Gilang di beri nama PSGR sedangkan yang dari juron di beri nama PBJ. Pemain kesebelasan ini di isi oleh semua anak muda dari masing-masing desa. Mereka juga mempunyai pemain cadangan yang usianya lebih tua dari pemain yang akan bertanding. Karena memang pertandingan ini di lakukan untuk menguji mental para pemain muda dan pemain tua juga boleh ikut main asalkan pemain yang muda sudah lelah untuk bertanding. Pertandingan ini di awali oleh sambutan pak lurah desa Gilang dan pak lurah desa Juron. Dalam sambutannya kedua pak lurah memberitahu akan diadakannya tanam seribu pohon di masing-masing desa. Penonton bisa membeli tanaman di pedagang Jual Bibit dan Pohon Spathodea yang berjajar di depan stadion saat ini.

Pertandingan yang berlangsung selama dua jam ini sangat ramai. Pertandingan yang selanjutkan akan dilakukan penanaman seribu pohon ini semakin meriah karena bagi desa yang menang akan menyumbang tanaman Pohon Spathodea kepada yang kalah. Sumbangan ini sudah ditentukan sebelum pertandingan ini dilaksanakan. Sejumlah lima puluh lima batang. Sejumlah penonton yang saat itu sudah diumumkan untuk setiap kepala keluarga wajib membawa satu pohon. Sehingga penonton membeli pada pedagang Jual Bibit dan Pohon Spathodea masing-masing satu batang. Mereka takut jika tidak membeli di depan stadion tersebut akan susah mencari saat itu. karena mereka juga tidak mau jika tidak ikut partisipasi dalam tanam seribu pohon tersebut. Mereka akan datang sesudah pertandingan dengan membawa satu batang pohon untuk kegiatan tersebut. Pertandingan yang sangat seru dengan penonton yang sangat banyak membuat stadion kali jaga berdesakan hingga banyak yang harus terpaksa melihat di pinggir jalan yang tidak mengetahui ppertandingannya.

Mereka hanya dapat mendengarkan komentator bola dari dalam stadion saja tanpa harus melihat secara kasat mata pertandingan tersebut. stadion yang saat itu sangat ramai menarik para pedagang apapun untuk datang ke stadion sore itu. pedagang dari penjual makana hingga pedagang bibit pada berkumpul di depan stadion sat itu. Pedagang Jual Bibit dan Pohon Spathodea saat itu paling ramai sendiri. Karena memang masyarakat banyak yang berminat untuk membeli tanaman tersebut agar tidak mencari kembali dikemudian hari. Pertandingan yang hampir usai membuat para penonton semakin dekdekan karena skor saat itu masih sama-sama nol. Yang akhirnya harus menggunakan pinalti untuk menentukan pemenangnya.

Posted in taman