Melatih Keterampilan Berkomunikasi Anak, berbicara dan mendengarkan

Keterampilan Berkomunikasi  untuk anak-anak mencakup ketrampilan berbicara dan mendengarkan

Berbicara dengan sopan, berbicara bergiliran, tidak berbicara dengan menyerang  dan tidak menyela

Anak-anak belajar berbicara dan mendengarkan saat mereka tumbuh dan berkembang. Berbicara dan mendengarkan yang positif adalah kemampuan berbicara dengan terkontrol secara bergiliran, berbicara dengan sopan, tidak mengganggu dan tidak menyerang balik.

  • Berbicara dan mendengarkan
  • Belajar berbicara dan mendengarkan
  • berbicara dengan Positif dan mendengarkan
  • bernegosiasi  dengan kemampuan memilih kata-kata yang tepat untuk menanggapi suatu stimulus
  • Mengelola interupsi

 

  • Berbicara dan mendengarkan

Bunda mungkin tahu skenario ini. Bunda sedang berbicara di telepon atau minum kopi bersama seorang teman saat anak Bunda merengek – lagi – dengan keadaan darurat untuk minta bermain Lego atau permintaan untuk “menonton drama kesukaannya”

Ini mungkin membuat  orang tua bisa frustrasi , tapi juga cukup normal. Belajar berkomunikasi dengan orang lain merupakan langkah besar bagi anak Bunda. Butuh waktu bagi anak Bunda untuk belajar berbicara dan mendengarkan orang lain.

Pengendalian diri adalah bagian penting dari belajar berbicara dan mendengarkan, dan ini lebih sulit bagi beberapa anak daripada yang lain.

Jenis temperamen yang dimiliki anak Bunda juga turut berperan – anak yang sangat sosial mungkin ingin terlibat aktif untuk berbicara dalam setiap percakapan dan sulit mendengarkan. Di sisi lain, seorang anak yang terlibat pasif dalam percakapan dan akan merasa lebih mudah mendengarkan tapi mungkin akan lebih sulit untuk meresponsnya.

Mampu berbicara dan mendengarkan orang lain itu penting bagi anak-anak. Ini membantu anak-anak berteman, didengarkan, meminta apa yang mereka butuhkan dan bergaul dengan orang lain.

 

  • Belajar berbicara dan mendengarkan

Ketika anak belajar tentang berbicara dan mendengarkan, anak Bunda akan belajar dari Bunda.  Anak-anak akan menirukan bagaimana cara Bunda berbicara dengan pasangan.  Mengajari anak untuk berbicara dengan baik adalah dengan contoh.

Bunda juga bisa mengajari anak Bunda dengan cara member saran, membimbing dan mempraktikkannya. Anak Bunda mungkin akan belajar paling baik saat Bunda mengatakan kepadanya dengan jelas apa yang Bunda inginkan untuk dia lakukan. Misalnya,:

  1. Mintalah anak Bunda dengan mengatakan, ‘Mohon mengucapkan terima kasih kepada Nenek karena telah membawa Bunda ke taman’
  2. Pandu anak Bunda dengan mengatakan, ‘Sarah, jika saya berbicara dengan seseorang yang masih ada keperluan, maka katakan “Permisi”, dan kemudian tunggu sampai orang tersebut siap untuk mendengarkan’
  3. Lakukan lakukan percakapan dengan anak Bunda di mana Bunda bergiliran mengajukan pertanyaan dan mendengarkan jawaban.

Memuji anak-anak saat mereka berkomunikasi dengan baik akan membuat mereka ingin terus melakukannya. Misalnya, ‘Saya suka cara kamu menunggu saya selesai berbicara sebelum kamu mulai berbicara’. Atau kamu  melakukannya dengan sangat baik dengan keinginan kamu dan terima kasih ya.. ’.

Bunda mungkin ingin membuat beberapa peraturan tentang pembicaraan dan percakapan yang sopan. Penting untuk berbicara dengan anak Bunda tentang peraturan sehingga dia mengerti apa yang Bunda harapkan. Bunda juga bisa menggunakan konsekuensinya. Misalnya, Bunda bisa menciptakan konsekuensi seperti batas waktu untuk bahasa kasar.

Anak-anak belajar paling baik saat mereka memiliki banyak kesempatan untuk berbicara dan berlatih berbicara dan mendengarkan. Bermain peran/acting  adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk melakukan ini. Misalnya, ‘Mari acting bahwa Bunda adalah sedang berbicara di telepon dan kamu(anak Bunda)adalah  laki-laki kecil itu. Apa yang harus saya lakukan jika ingin berbicara dengan Bunda? ‘

 

berbicara  Positif dan mendengarkan

Mampu berbicara dan mendengarkan dengan baik melibatkan ketrampilan untuk:

  1. memulai percakapan
  2. Mengetahui bagaimana mendapatkan perhatian dengan cara yang benar – misalnya dengan menunggu orang yang mau diajak berbicara selesai melakukan sesuatu dan berkata ‘Permisi’
  3. menggunakan kontak mata
  4. bergantian berbicara dan mendengarkan
  5. mampu berbicara dengan jelas dan dalam kalimat yang berada pada tingkat sesuai dengan usia anak
  6. berbicara dengan sopan, tanpa menyerang balik
  7. mengetahui kapan harus berhenti berbicara

Beberapa anak sudah bisa melakukan hal ini dengan benar, dan yang lainnya mungkin perlu  diingatkan dengan kasih sayang- misalnya, ‘Rana, tolong lihat Bunda saat Bunda berbicara dengan kamu.

Jika anak Bunda tampaknya tertinggal dalam menggunakan bahasa (dengan menggunakan kalimat, mengetahui cara berbicara dengan orang lain), atau kesulitan mengucapkan kata-kata(gagap), Bunda mungkin perlu menemui ahli patologi ucapan. Bunda juga bisa meminta bantuan perawat kesehatan dan kesehatan anak dan keluarga Bunda.

 

bernegosiasi dengan kemampuan memilih kata-kata yang tepat untuk menanggapi suatu stimulus

 Anak Bunda mungkin akan melawan/membantah saat Bunda menetapkan peraturan, mendisiplinkan perilaku atau memberi instruksi. Dengan membantah, anak Bunda mencoba memberi tau Bunda mengenai sudut pandangnya. Beberapa anak juga membantah untuk mendapatkan reaksi dari Bunda.

Bunda bisa mengatur pembicaraan dengan cara yang positif. Jika membantah kepada Bunda, strategi berikut dapat membantu menguranginya  hal itu dari waktu ke waktu dengan respon sebagai berikut:

  1. Tanggapi dengan tenang dan ingatkan anak Bunda tentang peraturan keluarga yang Bunda miliki tentang saling berbicara sopan dan saling memperlakukan dengan hormat.
  2. Jika anak Bunda tetap bersikap kasar, Bunda mungkin perlu memberikan konsekuensi untuk kekasaran. Ini bisa jadi apa saja dari mempraktikkan cara lain untuk berbicara, kehilangan hak istimewa seperti waktu menonton televise, berkurangnya uang jajan dsb.
  3. Jika Bunda tertawa atau memberi perhatian pada anak Bunda, mungkin Bunda secara tidak sengaja menghargai anak Bunda karena telah membantah.

 

  • Mengelola interupsi

Menginterupsi biasanya terjadi saat anak tidak bisa mengendalikan keinginan mereka untuk berbicara. Tapi kecuali keadaan darurat, penting untuk membantu anak Bunda belajar menunggu.

Jika anak Bunda menyela, Bunda dapat mencoba beberapa hal berikut:

  • Ingatkan anak Bunda tentang apa aturan keluarga Bunda yang disepakati. Kemudian lanjutkan pembicaraan Bunda sampai dia mengatakan ‘Permisi’.
  • Saat anak Bunda mengatakan ‘Permisi’, cobalah memberi hadiah kepadanya dengan perhatian Bunda dengan cepat. Dia akan melihat bahwa jika dia melakukan hal yang benar, dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
  • Pujilah anak Bunda saat dia menunggu dan mengatakan ‘Permisi’ sehingga dia ingin terus berbicara seperti itu.
  • Jika Bunda memiliki panggilan penting yang benar-benar tidak dapat diinterupsi, cobalah memberikan anak Bunda dengan beberapa mainan khusus atau aktivitas yang menarik.

<<<back  ketrampilan berkomunikasi anak

next>>> menanamkan kecintaan membaca pada anak

Posted in parenting Tagged with: , ,